WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di saat kebanyakan remaja seusianya masih berkutat dengan bangku sekolah menengah, Laurent Simons justru melompat jauh melampaui fase tersebut dengan menorehkan sejarah akademik yang nyaris tak tertandingi.
Peneliti muda asal Belgia itu resmi meraih gelar doktor di bidang fisika kuantum dari University of Antwerp pada usia 15 tahun, sebuah pencapaian yang menjadikannya pusat perhatian dunia akademik internasional.
Baca Juga:
Sosok Rizky Aflaha, Baru Berusia 25 Tahun Raih Gelar Doktor Termuda UGM
Sebagaimana dilaporkan Earth.com pada Jumat (26/12/2025), media lokal Belgia bahkan menyebut Simons sebagai penerima gelar doktor termuda sepanjang sejarah negara tersebut.
Catatan resmi universitas menunjukkan Laurent Simons menjalani sidang terbuka dan mempertahankan disertasinya pada Senin (17/11/2025).
Jauh sebelum itu, Simons telah mencatatkan rekor lain dengan menamatkan pendidikan sekolah menengah ketika usianya baru menginjak delapan tahun.
Baca Juga:
Era AI dan Transparansi Dana Reses DPR: Rakyat Berhak Tahu ke Mana Rp6 Triliun Itu Pergi
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar tersebut, ia menuntaskan program sarjana yang normalnya ditempuh selama tiga tahun hanya dalam waktu 18 bulan.
Gelar doktor yang kini disandangnya bukanlah tujuan akhir dari perjalanan intelektual Simons, melainkan pijakan awal menuju misi ilmiah yang jauh lebih ambisius.
“Gelar PhD ini hanyalah batu loncatan,” ujar Simons.