Ia menegaskan bahwa ambisi terbesarnya adalah memahami sains fundamental secara mendalam demi memperpanjang usia hidup manusia dalam kondisi sehat.
Penelitian Laurent Simons telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi tinggi Physical Review X dan mendapat perhatian luas di kalangan fisikawan teoretis maupun eksperimental.
Baca Juga:
Paus Leo XIV: Otak Harus Dilatih, Jangan Serahkan Khotbah ke AI
Fokus kajiannya berada pada polaron Bose, yakni partikel pengotor yang bergerak dan dikelilingi partikel lain di dalam sistem superfluida dan supersolid.
Supersolid sendiri merupakan fase materi langka yang menggabungkan keteraturan kristal dengan kemampuan mengalir tanpa hambatan.
Fenomena yang sebelumnya hanya hadir dalam prediksi teoretis ini kini berhasil diamati secara eksperimental melalui gas kuantum dipolar.
Baca Juga:
IHSG Anjlok, Luhut Kritik Keras OJK dan Desak Reformasi Total
Dalam riset tersebut, kondensat Bose–Einstein digunakan sebagai medium utama karena sifatnya yang dapat dikontrol secara presisi pada suhu ultra-rendah.
Melalui pendekatan variasi, Simons bersama timnya menganalisis bagaimana satu partikel tambahan mampu mengubah energi, ukuran, dan dinamika kolektif boson.
Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa dinamika polaron di dalam supersolid dapat dilacak melalui penyerapan cahaya.