Ia menegaskan bahwa ambisi terbesarnya adalah memahami sains fundamental secara mendalam demi memperpanjang usia hidup manusia dalam kondisi sehat.
Penelitian Laurent Simons telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi tinggi Physical Review X dan mendapat perhatian luas di kalangan fisikawan teoretis maupun eksperimental.
Baca Juga:
Sosok Rizky Aflaha, Baru Berusia 25 Tahun Raih Gelar Doktor Termuda UGM
Fokus kajiannya berada pada polaron Bose, yakni partikel pengotor yang bergerak dan dikelilingi partikel lain di dalam sistem superfluida dan supersolid.
Supersolid sendiri merupakan fase materi langka yang menggabungkan keteraturan kristal dengan kemampuan mengalir tanpa hambatan.
Fenomena yang sebelumnya hanya hadir dalam prediksi teoretis ini kini berhasil diamati secara eksperimental melalui gas kuantum dipolar.
Baca Juga:
Era AI dan Transparansi Dana Reses DPR: Rakyat Berhak Tahu ke Mana Rp6 Triliun Itu Pergi
Dalam riset tersebut, kondensat Bose–Einstein digunakan sebagai medium utama karena sifatnya yang dapat dikontrol secara presisi pada suhu ultra-rendah.
Melalui pendekatan variasi, Simons bersama timnya menganalisis bagaimana satu partikel tambahan mampu mengubah energi, ukuran, dan dinamika kolektif boson.
Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa dinamika polaron di dalam supersolid dapat dilacak melalui penyerapan cahaya.