Oleh karena itu, BMI mendukung penuh langkah Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat untuk segera menyeret pengelola kanal tersebut ke ranah hukum guna memastikan ruang digital Indonesia bersih dari produsen hoaks.
Lebih dari sekadar langkah hukum formal, BMI juga mengancam akan melakukan investigasi mandiri dan tracing digital untuk mencari dalang di balik kanal "Dibikin Channel".
Baca Juga:
Waketum KSPSI Arnod Sihite Gabung Partai Demokrat, Dipercaya Posisi Strategis di Bintang Muda Indonesia
"BMI akan mencari tahu siapa yang mendanai dan siapa aktor intelektual di balik konten ini, karena BMI tidak akan membiarkan simbol kepemimpinan AHY diserang oleh pengecut yang bersembunyi di balik layar," katanya.
BMI meminta pengelola akun terkait, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada AHY dan Partai Demokrat.
"Terakhir, BMI mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang namun waspada, serta merapatkan barisan dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Jangan pernah sekali-kali mencoba merusak soliditas tokoh bangsa dengan fitnah," pungkas Aditya.
Baca Juga:
Serap Aspirasi di UNSAN Muara Enim, Wahyu Sanjaya Komit Kawal Dukungan Kebijakan untuk Kampus Swasta
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.