Oleh karena itu, BMI mendukung penuh langkah Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat untuk segera menyeret pengelola kanal tersebut ke ranah hukum guna memastikan ruang digital Indonesia bersih dari produsen hoaks.
Lebih dari sekadar langkah hukum formal, BMI juga mengancam akan melakukan investigasi mandiri dan tracing digital untuk mencari dalang di balik kanal "Dibikin Channel".
Baca Juga:
Serap Aspirasi di UNSAN Muara Enim, Wahyu Sanjaya Komit Kawal Dukungan Kebijakan untuk Kampus Swasta
BMI akan mencari tahu siapa yang mendanai dan siapa aktor intelektual di balik konten ini, karena BMI tidak akan membiarkan simbol kepemimpinan AHY diserang oleh pengecut yang bersembunyi di balik layar.
Sebagai peringatan terakhir, BMI memberikan ultimatum terbuka kepada pengelola kanal "Dibikin Channel" dan aktor-aktor di belakangnya untuk segera menghentikan fitnah ini, menghapus konten terkait, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada AHY serta Partai Demokrat.
Terakhir, BMI mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang namun waspada, serta merapatkan barisan dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Jangan pernah sekali-kali mencoba merusak soliditas tokoh bangsa dengan fitnah, atau BMI yang akan bergerak mencari dan mengungkap wajah asli aktor di balik akun tersebut ke publik.
Baca Juga:
Menhan Prabowo Serahkan 100 Unit Rantis E-Tactical Sergap Produk dalam Negeri Kepada TNI dan Polri
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.