WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, dengan tegas membantah kabar yang menyebut dirinya akan mengambil alih Partai NasDem.
Ia menilai isu tersebut tidak berdasar dan meminta publik tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
Baca Juga:
DPR Tegaskan Surpres Jadi Syarat Utama Pembuatan UU, Respons Soal UU KPK
Jokowi bahkan mempertanyakan logika di balik kabar tersebut, khususnya terkait besarnya kebutuhan dana jika benar ingin menguasai sebuah partai politik.
“Isu dari mana itu. Jangan menuduh dengan isu yang tidak benar seperti itu,” jelas Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (10/4/2026).
Isu mengenai pengambilalihan Partai NasDem sebelumnya sempat beredar luas di berbagai platform, memicu spekulasi di tengah publik dan kalangan politik.
Baca Juga:
Revisi UU KPK Memanas, Ronny Talapessy Ungkap Sikap Jokowi 2019
Namun, Jokowi memastikan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar dan tidak pernah terlintas dalam pikirannya.
Ia kembali menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menguasai partai tersebut.
“Nggak ada sama sekali dalam pikiran nggak ada sama sekali. Isu yang sangat menuduh,” tuturnya.
Selain itu, Jokowi juga menanggapi isu lain yang menyebut dirinya akan membeli NasDem Tower.
Ia merespons kabar tersebut dengan santai sambil tertawa, seraya menyoroti besarnya nilai gedung yang disebut-sebut mencapai triliunan rupiah.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan dirinya.
“Beli itu berapa triliun? Duitnya darimana. Itu kan tower yang sangat tinggi sekali. Kelas saya UMKM,” jelasnya.
Melalui klarifikasi ini, Jokowi berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan isu yang tidak jelas sumbernya.
Ia menekankan pentingnya menyaring informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun opini yang menyesatkan di ruang publik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]