WahanaNews.co | Seorang anggota DPRD, Roy Mahendra beserta ayahnya, Suhenda yang merupakan kepala desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, baru baru ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumedang.
Keduanya diduga terlibat dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi pada Jumat (9/7/2021) lalu.
Baca Juga:
Mudik Nyaman dengan Kendaraan Listrik, PLN Sumedang Siagakan Petugas di Seluruh SPKLU
Hingga saat ini, polisi belum melakukan penahanan terhadap Roy dan Suhenda. Walaupun keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Bahkan, Roy dan Suhenda dinyatakan tidak memenuhi panggilan kedua, dengan alasan tengah melakukan upaya praperadilan yang telah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 B Sumedang dengan register perkara Nomor : 1/Pid./pra/ 2022/PN. Sumedang. tanggal 2 Februari 2022.
"Untuk panggilan yang ke 2 ini, kami belum perlu memenuhinya. Karena kami melalui kuasa hukum sedang melakukan upaya praperadilan," ujar Roy Mahendra saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu (5/2).
Baca Juga:
PLN Sumedang Pastikan Layanan Kelistrikan Selama Bulan Ramadhan Tetap Andal
Adapun terkait surat penetapan tersangka yang diterbitkan oleh Polres Sumedang, Roy menyatakan jika segala proses penyidikan harus ditunda dulu sampai adanya putusan praperadilan tersebut.
"Sah atau tidak, penetapan tersangka yang ditetapkan pada kami, sebagai Institusi Negara dengan moto Presisi, kami yakin pihak penyidik di Polres Sumedang akan sangat menghargai upaya hukum kami yang sedang berjalan," paparnya.
Selain itu, lanjut Roy, pihaknya juga telah membuat laporan pengaduan ke Menkopolhukam, terkait proses penanganan perkara yang dilakukan oleh pihak Polres Sumedang.