Dia juga yakin, ketika Edy Rahmayadi berkampanye di Toba, Poltak akan hadir sebagai bentuk dukungan terhadap calon PDIP.
“Poltak hadir untuk menghormati partai pengusungnya, dan saya yakin dia juga akan hadir di kampanye Edy Rahmayadi nanti di Toba,” tambahnya.
Baca Juga:
HUT Ke-115 Gereja HKBP Pangururan Resort Borbor ke-115, Bupati Toba Ajak Jemaat Jaga Kebersihan
Aswan menjelaskan bahwa komunikasi yang baik antara partai pengusung dalam koalisi calon kepala daerah sangat penting agar proses demokrasi berjalan dengan baik.
Namun, PDIP akan memanggil Poltak untuk memberikan klarifikasi mengenai dukungannya di Pilgub Sumut, serta mempertanyakan komitmennya untuk mendukung Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur yang diusung PDIP.
"Kami akan meminta klarifikasi mengenai posisi Poltak sebagai kader PDIP yang hadir di kampanye Bobby, dan melihat komitmennya untuk mendukung Edy Rahmayadi," ujar Aswan.
Baca Juga:
Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia Beri Apresiasi
Jika nantinya terbukti bahwa Poltak lebih mendukung Bobby Nasution, Aswan menambahkan bahwa sanksi tegas akan diambil sesuai dengan aturan partai, termasuk kemungkinan pemecatan.
"Jika komitmennya lemah dan dia lebih condong ke Bobby, partai akan mengambil tindakan tegas sesuai mekanisme organisasi, termasuk kemungkinan pemecatan," tutup Aswan.
Diketahui bahwa Poltak-Anugerah menyatakan dukungan untuk pasangan Bobby-Surya di Pilgub Sumut, dengan alasan bahwa Bobby memiliki komitmen kuat untuk memajukan pariwisata di Danau Toba.