WahanaNews.co | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai, Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman
benar-benar menghayati dan mengamalkan Pancasila.
Hal itu disampaikan Fadli saat
mengomentari cuitan Kedubes Jerman terkait hak asasi manusia (HAM).
Baca Juga:
Pernah Diabaikan Fadli Zon, Komeng Usulkan Hari Komedi Nasional jika Jadi Anggota DPD
"Selama krisis #COVID19,semua negara harus mngambil tindakan utk
melindungi kesehatan umum, namun ini tdk berarti #HAM spt kebebasan
berpendapat&berkumpul dpt ditindas selama pandemi. #HAM bersifat universal
& tak dpt ditawar. Demi inilah Flag of Germany dan mitra2nya bergerak
#HumanRightsDay," demikian cuitan Kedubes
Jerman pada Kamis (10/12/2020) lalu.
Cuitan Kedubes Jerman itu dikomentari
Fadli Zon, Sabtu
(21/12/2020) pagi.
"Sangat setuju. Ternyata @KedubesJerman benar2 menghayati dan mengamalkan
Pancasila khususnya sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Terima
kasih. #IndonesiaHumanRightsSOS," demikian Fadli.
Baca Juga:
Soal Gibran Jadi Capres Prabowo, Fadli Zon Bicara tentanh 'Garis Tangan'
Diketahui, belakangan Kedubes Jerman
mendapat sorotan lantaran ada diplomatnya yang mendatangi Sekretariat DPP Front
Pembela Islam (FPI).
Kedubes Jerman membenarkan adanya
kunjungan tersebut.
"Sehubungan dengan pemberitahuan
mengenai demonstrasi yang berlangsung pada hari Jumat, 18 Desember 2020, salah
seorang pegawai Kedutaan Jerman berusaha untuk mendapatkan gambaran tersendiri
mengenai situasi keamanan yang bersangkutan karena demonstrasi juga dapat
melintasi kawasan kedutaan," kata Kedubes Jerman.
Kedubes Jerman, dalam pernyataan yang
diterima pada Minggu (20/12/2020), mengatakan bahwa mereka menyesali kesan yang
telah ditimbulkan peristiwa ini di mata publik serta mitra-mitra Indonesia
mereka.
Dalam pernyataannya, Kedubes Jerman menegaskan bahwa tidak ada tujuan politis apa pun di
balik kunjungan tersebut.
"Kami senantiasa menjalin
komunikasi dengan otoritas Indonesia yang berwenang dan kami yakin bahwa kami
dapat memberikan klarifikasi yang dapat dipahami oleh semua pihak,"
ujarnya.
"Kami tetap teguh berada di sisi
mitra-mitra Indonesia kami. Hal ini pun telah kami tegaskan melalui pembicaraan
dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 20 Desember 2020,"
tukasnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
telah meminta klarifikasi dan menyampaikan protes kepada Kedutaan Besar
(Kedubes) Jerman untuk Indonesia atas peristiwa kedatangan diplomatnya ke
Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat.
Plt Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, mengatakan, Kemenlu telah memanggil
pihak Kedubes Jerman untuk meminta klarifikasi.
Pihak Kedubes Jerman yang datang
adalah Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia selaku Kuasa Usaha Ad Interim
(KUAI). Sebab, Dubes Jerman sedang tidak berada di
tempat.
"Klarifikasi sudah dilakukan sore
tadi, dan dari Kedubes Jerman yang datang ke Kemenlu, Wakil Dubes selaku KUAI," ujar Teuku, saat
dihubungi di Jakarta, Minggu (20/12/2020) malam. [qnt]