WahanaNews.co, Jakarta - Gibran Rakabuming Raka menyampaikan salam kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Hendrawan Supratikno, politikus senior PDIP, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Gibran dan Kaesang Pangarep patut diapresiasi.
Hendrawan mengungkapkan, "Semua tindakan yang didasari oleh niat baik dan ketulusan harus kita hargai. Dari segi budaya, hal tersebut juga sangat sesuai dan layak dilakukan."
Baca Juga:
Mustikaningrat Tampil Memukau, Visi Ekonomi Sumedang Sugih Jadi Sorotan Debat Pilkada
Melansir Detik, Hendrawan menekankan bahwa bangsa Indonesia membangun politik yang bermartabat, dan ia juga mengaitkannya dengan prinsip etika kehidupan berbangsa.
"Kita sama-sama membangun politik yang bermartabat. Jadi kalau kami bicara etika, karena selain sangat penting untuk transformasi budaya politik kita, kita punya Tap MPR yang masih berlaku tentang etika kehidupan berbangsa, Tap MPR no VI tahun 2021," katanya.
Gibran menceritakan detik-detik dirinya salaman dengan Megawati, pada pengundian nomor urut pasangan calon presiden di KPU, Selasa (14/11/2023). Gibran menyebut saat itu Megawati tiba di lokasi pengundian nomor urut pasangan capres dan cawapres setelah hujan reda.
Baca Juga:
Sengaja Dihapus, Foto Rano Karno Bersama Terduga Kasus Judi Online Lenyap dari Instagram
"Saya sekali salamannya. Karena itu kan kondisi hujan dan outdoor, Ibu (Mega) datang ketika kondisi hujan sudah reda, jadi memang beliau paling terakhir masuk tempat itu. Jadi posisi kami sudah duduk semua," kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, dilansir detikJateng, Rabu (15/11/2023).
"Saya mungkin paling pertama tahu, 'Oh Ibu sudah datang', saya langsung salim ke beliau. Terus Pak Prabowo menyusul dan Kaesang," sambungnya.
Gibran juga menepis anggapan Megawati cuek dengan Kaesang saat salaman. Gibran menyebut tidak ada penolakan dari Megawati di momen tersebut.
"Nggak ada penolakan kok," kata Gibran menjawab wartawan soal beberapa netizen yang menganggap Megawati tidak membalas salam Kaesang.
Gibran juga menolak komentar dan narasi negatif yang disampaikan di media sosial terkait Megawati. Ia menegaskan bahwa Megawati sangat baik dan tetap menerima dirinya serta Kaesang meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.
"Beliau (Megawati) sangat baik. Kami masih diterima, baik saya, Kaesang, Pak Prabowo, semuanya diterima tanpa adanya penolakan," ungkap Gibran.
Tentang pernyataan yang menyebut tentang salaman dalam posisi duduk, Gibran menekankan bahwa hal tersebut merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak dulu dengan Megawati.
Ia menegaskan bahwa tidak ada penolakan dan bahwa mereka bertiga diterima dengan baik.
Gibran mencontohkan bahwa situasi yang sama juga dialami oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi, dan keduanya juga diterima dengan baik.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]