WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi III DPR mengingatkan Polri agar tidak setengah hati membersihkan internal dari penyalahgunaan narkotika menyusul perintah tes urine serentak di seluruh jajaran kepolisian.
Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas menegaskan penanganan kasus narkotika yang melibatkan oknum internal Polri harus dilakukan secara serius dan konsisten agar tidak merusak kepercayaan publik, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:
Penipuan Berkedok KPK, Sahroni Sudah Serahkan Rp300 Juta
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas instruksi Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan tes urine serentak bagi seluruh personel Polri setelah masih ditemukannya anggota, termasuk perwira menengah, yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
Menurut Hasbiallah, pelaksanaan tes urine tidak boleh sekadar menjadi langkah simbolik atau pencitraan semata, melainkan harus berangkat dari komitmen menjaga muruah dan integritas institusi.
“Tes urine jangan hanya jadi simbol atau pencitraan. Ini harus menjadi bagian dari komitmen nyata membersihkan internal. Kalau aparatnya sendiri terlibat praktik haram narkoba, lalu masyarakat mau percaya kepada siapa?” tegas Hasbiallah.
Baca Juga:
Ancaman Trump Keluar NATO Dibalas Tegas Inggris: NATO Tak Tergantikan bagi Amerika
Legislator dari Fraksi PKB itu menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kapolri, namun ia mengingatkan implementasi di lapangan harus dilakukan secara transparan dan berada dalam pengawasan ketat.
Ia juga mendorong agar sanksi terhadap anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika dijatuhkan tanpa pandang bulu demi menjaga kredibilitas institusi.
“Penegakan hukum harus tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Ini penting untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujarnya.