“FORMAS hadir untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan,” kata Handojo.
Menurut Handojo, FORMAS tidak hanya diposisikan sebagai tempat berhimpunnya berbagai organisasi kemasyarakatan, melainkan juga sebagai ruang konsolidasi untuk mendorong kebijakan dan program strategis pemerintah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
Soal RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Purbaya Angkat Suara
Upaya tersebut diarahkan agar pembangunan nasional pada akhirnya dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
Fondasi Spiritual Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengingatkan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, ataupun keuntungan dari bonus demografi.
Baca Juga:
Di Sibolga-Tapteng, Menu MBG Diduga Berjamur dan Basi
Menurut Nasaruddin, pembangunan nasional juga membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh agar kemajuan material berjalan beriringan dengan kekuatan nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Fondasi spiritual tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan bangsa menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga persatuan nasional di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.
Dengan bertambahnya 20 ormas hingga jumlah anggota mencapai 103 organisasi, FORMAS kini membawa barisan masyarakat sipil yang semakin besar untuk mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.