“Baginya, stabilitas keamanan adalah hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu.”
Pengalaman di wilayah dengan kompleksitas tinggi itu membentuk kemampuannya dalam mengelola perkara sekaligus membangun koordinasi lintas fungsi dan institusi.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Tahun 2016 menjadi fase penting ketika ia dipercaya menjabat Kapolres Malang pada Rabu (20/7/2016), di wilayah dengan kultur kuat yang menuntut pendekatan kepolisian lebih dialogis dan solutif.
“Bagi Yade, menjaga keamanan tidak bisa dilepaskan dari membangun kepercayaan.”
Ia menegaskan penegakan hukum harus berjalan seiring komunikasi publik yang jujur dan keterlibatan masyarakat, prinsip yang membentuk gaya kepemimpinannya sebagai figur komunikatif dan kolaboratif.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam buku “Bhayangkara di Bumi Arema” yang memuat 77 strategi unggul implementasi Program PROMOTER Kapolri di tingkat polres.
Di tengah dinamika tugas operasional, Yade tetap konsisten menempuh jalur akademik mulai dari S1 Hukum di Surakarta, S2 di Universitas Indonesia, hingga meraih gelar doktor kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran.
“Pendidikan akademik menjadi ruang refleksi untuk merumuskan pengalaman lapangan dalam kerangka ilmiah dan kebijakan publik.”