WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru setelah KPK mulai memanggil sejumlah saksi untuk mengusut peran pihak terkait dalam perkara yang menjerat Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Pemanggilan saksi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Baca Juga:
Gelontorkan Puluhan Miliar ke APH Saat Rakyat Menjerit, KPK Harus Segera Turun ke Sulteng
"Hari ini, Selasa, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Budi menjelaskan bahwa total terdapat tujuh saksi yang dipanggil dalam pemeriksaan tersebut.
Para saksi terdiri dari aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Pekalongan, yakni Z selaku Kepala UKPBJ Setda Pekalongan, serta SDA, EP, S, AYI, ASP, dan M.
Baca Juga:
Noel Protes Tuntutan Kasus K3, Singgung Terdakwa dengan Kerugian Lebih Besar
Sebelumnya, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Fadia Arafiq di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (3/3/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan ajudan dan orang kepercayaan Fadia, serta 11 orang lainnya dari Pekalongan.
OTT tersebut merupakan yang ketujuh dilakukan KPK sepanjang tahun 2026 dan berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.