WahanaNews.co | Nasib PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih apes saja.
PT Garuda Indonesia Tbk harus segera membayar denda Rp 1 miliar.
Baca Juga:
Sambut HUT ke-76, Garuda Indonesia Tebar Diskon Penerbangan ke Berbagai Tujuan Wisata
Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) menguatkan Putusan KPPU atas perkara praktek diskriminasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terkait pemilihan mitra penjualan tiket umrah menuju dan dari Jeddah dan Madinah.
Berdasarkan informasi perkara di MA, dalam Putusan MA dengan register 561 K/Pdt.Sus-KPPU/2022 yang diputus pada tanggal 9 Maret 2022 tersebut, MA menolak kasasi yang diajukan PT Garuda Indonesia Tbk.
Dengan adanya Putusan MA tersebut, maka Putusan KPPU telah berkuatan hukum tetap, sehingga PT Garuda Indonesia Tbk wajib untuk melaksanakan Putusan.
Baca Juga:
Resmi Buka Kantor Baru di Batam Center, Garuda Indonesia Ingin Tingkatkan Aksesibilitas Layanan
Khususnya pembayaran denda sebesar Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) kepada kas negara selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari.
Apabila terlambat melakukan pembayaran denda, PT Garuda Indonesia Tbk dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari nilai denda.
Perkara ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan praktek diskriminasi yang dilakukan PT Garuda Indonesia Tbk terkait upaya penutupan akses saluran distribusi penjualan langsung tiket umrah menuju dan dari Jeddah dan Madinah oleh PT Garuda Indonesia Tbk melalui Program Wholesaler.