WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pesan keras Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi perilaku korupsi di lingkaran pemerintahannya.
Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat menanggapi operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjaring Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer pada Kamis (21/8/2025) di Jakarta.
Baca Juga:
Tiba di AS, Presiden Prabowo Akan Bertemu Presiden Trump Guna Perkuat Hubungan Bilateral
"Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bahwa tidak ada toleransi atas perilaku koruptif," tegas Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenaker.
Ia menambahkan, seluruh pejabat Kemenaker diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen untuk bekerja bersih dan siap dicopot jika terlibat praktik korupsi.
Dalam sepuluh bulan sejak dilantik Prabowo, Yassierli mengaku terus menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan perbaikan layanan di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Didampingi Menteri ESDM dan Sekretaris Kabinet Bertolak ke Washington DC Bertemu Dengan Presiden Trump
Namun, penangkapan Immanuel Ebenezer menjadi pukulan berat bagi Kementerian Ketenagakerjaan yang sedang membangun citra positif.
"Kemenaker prihatin, menyesalkan, dan menghormati proses hukum yang menjerat orang nomor dua di kementerian ini," ungkap Yassierli.
Ia menegaskan dukungan penuh kepada langkah-langkah yang diambil KPK dalam menindak setiap pelaku korupsi.