WahanaNews.co | Polda Kepulauan Riau dan jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang.
Hal ini sebagai bentuk duka setelah personel Brimob, Bripka Anumerta Janwar gugur saat menjalankan tugas.
Baca Juga:
Anggota TNI AL Vs Brimob Bentrok di Sorong, Penyebab Belum Diketahui
Pengibaran bendera setengah tiang untuk jajaran Polda Kepulauan Riau dilakukan setelah mendapat instruksi Kapolda, Irjen Aris Budiman.
“Kapolda memerintahkan sehubungan gugurnya personel yang bertugas dalam Operasi Madago Raya 2022 di Sulawesi Tengah.”
"Maka kepada Polda, Polresta, Polres dan Polsek jajaran mengibarkan bendera setengah tiang hari ini," terang Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, Senin (27/6/2022).
Baca Juga:
Pesawat Smart Air yang Ditembak KKB Papua Ternyata Bawa 7 Anggota Brimob, Semua Selamat
Golden mengatakan Bripka Anumerta Janwar gugur dalam tugas di Sulawesi Tengah.
Janewar mulai bertugas pada Februari 2022 lalu selama 6 bulan.
"Almarhum bertugas sejak Februari lalu, lama tugas selama 6 bulan," kata Golden.
Setelah ditemukan, Janwar tidak dibawa ke Kepulauan Riau. Sebab komandan tim tersebut akan dimakamkan di Cileungsi, Jawa Barat.
"Almarhum akan dimakamkan di Cileungsi Bogor atas permintaan keluarganya (Tidak dibawa ke Kepri)," kaya Golden.
Sebelumnya Dansat Brimob Polda Kepri Kombes M Rendra Salipu mengatakan Bripka Anumerta Janwar Sobar Wijaya adalah Dantim Alfa 19 Ambon Satgas Mandago Raya. Dia gugur dalam menjalankan tugas.
"Saat kejadian tim yang dipimpin Bripka Anumerta Janwar sedang melaksanakan patroli rutin hendak menyeberangi sungai Desa Salubanga. Lalu hanyut terseret arus yang deras, Jumat (24/6/2022) sekitar pukul 15.00 WITA," ucap Dansat Brimob dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.
Rendra Salipu menjelaskan saat melintasi sungai Dantim sebagai orang kedua yang kemudian terseret arus.
Karena arus cukup deras, Janwar terseret dan hilang.
Karena terkendala komunikasi, Wadantim menugaskan 3 personel tim lainnya untuk merapat ke Pos Sekat Salubanga.
Di mana tim langsung melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan ke Posko.
Selanjutnya, 6 tim personel Satbrimob dan Basarnas Palu mendatangi lokasi Bripka Anumerta Janwar terbawa arus.
Selama tim melalukan penyisiran sungai telah ditemukan ransel dan rolling bed diduga milik Bripka Anumerta Janwar sejauh 1,5 Km dari titik awal.
"Bripka Anumerta Janwar ditemukan telah dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (26/6/2022) sekira pukul 12.40 WITA.
Almarhum ditemukan sejauh 5,5 km dari lokasi hanyut dalam keadaan terapung," kata Rendra Salipu. [qnt]