WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polri memastikan terus melakukan evaluasi menyusul terjadinya kasus dugaan penembakan seorang remaja di Makassar oleh anggota Polsek Panakkukang berinisial Iptu N. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkesinambungan pada setiap langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian. “Proses evaluasi itu, ‘kan, setiap saat. Setiap langkah-langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian, itu ada yang namanya analisa dan evaluasi, baik itu sebelum, pada saat proses perencanaan, menganalisa dan mengevaluasi pada program kegiatan sebelumnya, pada saat melaksanakan, sampai dengan pascakegiatan,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.
Evaluasi ini melibatkan pengawasan di berbagai tingkat untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.
Baca Juga:
Hurriyah Soroti Empat Prinsip Penting dalam Revisi UU Pemilu
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana menegaskan bahwa Iptu N tetap akan diproses meski penembakan tersebut tidak disengaja. Penembakan tersebut terjadi ketika Iptu N berusaha membubarkan perang-perangan senjata mainan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Minggu (1/3) sekitar pukul 07.00 WITA.
Kapolrestabes Makassar menjelaskan bahwa laporan pertama yang diterima menyebutkan bahwa pemuda-pemuda tersebut mengganggu pengguna jalan dengan menembakkan senapan mainan yang menggunakan peluru jeli keras yang berisiko melukai orang sekitar. Menanggapi laporan tersebut, Iptu N yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Panakkukang segera mendatangi lokasi untuk membubarkan kelompok pemuda itu.
Setibanya di lokasi, Iptu N melihat salah seorang pemuda sedang mengganggu pengendara motor. Ia turun dari mobil dan langsung mengamankan pemuda tersebut, sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke arah udara. Setelah tembakan peringatan tersebut, hanya satu pemuda yang tertangkap, yaitu Bertrand, sementara pemuda lainnya melarikan diri. Bertrand pun mencoba melarikan diri, namun saat sedang meronta, pistol yang masih dipegang Iptu N meletus dan tidak sengaja mengenai bagian tubuh belakang Bertrand.
Baca Juga:
Bukan Kutukan, Tapi Beginilah 7 Pola Psikologis Anak Tanpa Figur Ayah Saat Dewasa
Setelah tertembak, Bertrand langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Meskipun mendapat tindakan medis awal, rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan yang memadai, sehingga korban dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sayangnya, meski telah mendapatkan perawatan, nyawa Bertrand tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]