Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan bagian dari investasi jangka panjang Polri dalam menyiapkan calon pemimpin institusi di masa depan.
Proses pendidikan di Akpol dirancang dengan proyeksi pembentukan kepemimpinan dalam kurun waktu 25 hingga 30 tahun ke depan.
Baca Juga:
Umat Apresiasi Pengamanan Paskah 2026 di Katedral Jakarta, Ibadah Berjalan Lancar dan Tertib
Polri juga terus melakukan evaluasi kurikulum pendidikan guna memperkuat nilai kepribadian serta menghapus praktik kekerasan, khususnya dalam hubungan antara senior dan junior.
"Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi serta pendekatan pelayanan yang humanis," ungkapnya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga:
Dari Honor Murah hingga Polisi Jadi Bandar, Safaruddin Bongkar Masalah Lemdiklat Polri
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.