WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kematian tragis seorang anggota polisi di Papua Tengah memicu pengerahan ratusan personel bersenjata lengkap untuk meredam situasi yang sempat memanas.
Kepolisian Negara Republik Indonesia mengirimkan ratusan personel Brimob dan tim gabungan ke Papua Tengah sebagai langkah penguatan pengamanan pasca dugaan penganiayaan berat yang menewaskan Brigadir Dua Juventus Edowai.
Baca Juga:
Gubernur Papua Tengah Serahkan Rp 2 Miliar untuk Pembangunan 2 Gereja di Kabupaten Puncak
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas eskalasi situasi keamanan yang terjadi di wilayah Kabupaten Dogiyai dan sekitarnya.
Dalam keterangan tertulis pada Minggu (5/4/2026), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan tujuan pengiriman pasukan tersebut.
“Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” kata dia.
Baca Juga:
Kunjungan Kerja Wapres di Papua, Perkuat Sinergi dalam Akselerasi Pembangunan
Peristiwa penganiayaan terhadap Bripda Juventus Edowai disebut dilakukan oleh orang tak dikenal di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Namun hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi maupun pelaku di balik kejadian yang merenggut nyawa anggota tersebut.
Sebanyak 148 personel gabungan diterjunkan ke Papua Tengah yang terdiri dari 100 anggota Brimob, 10 personel Badan Intelijen dan Keamanan, serta 20 anggota Bareskrim.