WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pemimpin terdahulu dinilai menjadi simbol kuat kepemimpinan yang merangkul dan menghargai keberlanjutan bangsa.
Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menilai langkah Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para presiden dan wakil presiden pendahulunya sebagai cerminan kepemimpinan yang rendah hati dan inklusif.
Baca Juga:
Warga dan Staf Kelurahan Kuta Gambir Sambut Hangat Lurah Baru
Disampaikan di Jakarta, Rabu (4/3/2026) -- Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman menyebut inisiatif tersebut sarat makna kebangsaan.
"Inisiatif menggelar silaturahmi ini mencerminkan sikap sedia mendengar, rasa hormat kepada para pendahulu, serta komitmen atas keberlanjutan pembangunan. Presiden Prabowo membuktikan kepemimpinannya bersifat rendah hati dan inklusif," kata Andy.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momen penting yang membawa manfaat bagi perjalanan bangsa ke depan.
Baca Juga:
Koops TNI Papua Tegaskan Respons Cepat Lindungi Warga dari Ancaman Bersenjata
Menurutnya, pertemuan lintas generasi itu juga mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas segala perbedaan politik.
"Semangat kebersamaan para pemimpin ini, kami yakin, mampu memperkokoh stabilitas, mempertebal kepercayaan publik, dan memastikan bahwa akan terus hadir kebijakan yang berpihak pada rakyat," ujar Andy.
PSI pun berharap kebersamaan para pemimpin bangsa tetap terjaga meskipun perbedaan pandangan dalam dinamika politik merupakan hal yang wajar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, mantan Menteri Luar Negeri, serta para ketua umum partai politik dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3/2026) -- sebagai ruang diskusi lintas generasi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang sebagai wadah dialog antar pemimpin bangsa dari berbagai era.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin.
Pertemuan tersebut disebut sebagai momentum mempererat komunikasi dan menjaga kesinambungan arah pembangunan nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]