WAHANANEWS.CO, Jakarta - Skandal dugaan suap impor yang menyeret pejabat Bea dan Cukai terus melebar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap telah memeriksa lebih dari 20 perusahaan forwarder di berbagai daerah untuk membongkar jaringan praktik korupsi yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun.
KPK menyatakan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan ekspedisi muatan atau forwarder dilakukan dalam rangka pengembangan kasus dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Raih Hattrick Juara
Sejauh ini, penyidik telah memproses sejumlah petinggi PT Blueray Cargo Group yang bergerak di bidang transportasi, logistik, rantai pasok, dan penyimpanan barang impor dari berbagai negara ke Indonesia.
"Beberapa petinggi dari forwarder lain itu sudah kita minta keterangan. Mungkin juga rekan-rekan sudah doorstop ataupun sudah ketemu di sini pada saat yang bersangkutan itu dijadikan atau dipanggil sebagai saksi. Jadi, sedang kita dalami, masing-masing ada sekitar 20-an lebih lah ya forwarder itu di seluruh Indonesia," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu usai upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Menurut Asep, penyidik masih terus menelusuri kemungkinan keterlibatan perusahaan forwarder lain yang diduga memberikan suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca Juga:
Eks Wakil Kepala BGN Minta Status JC, Sebut Ada Puluhan Tokoh Terlibat Kasus MBG
Pendalaman tersebut dilakukan melalui pemeriksaan saksi-saksi serta pencermatan fakta-fakta yang muncul dalam proses persidangan yang sedang berjalan.
"Dalam kenyataannya ya, tidak hanya Blueray saja. Jadi, tentunya nanti kita akan dalami forwarder yang lainnya seperti itu sambil kita juga menunggu keterangan-keterangan yang ada di persidangan," kata Asep.
Dalam penanganan perkara ini, KPK juga telah melakukan berbagai upaya paksa berupa penggeledahan dan penyitaan barang bukti di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka.