WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah pusat mempercepat langkah pemulihan pascabencana di Aceh dengan menurunkan langsung pimpinan Satgas ke lapangan agar tak ada lagi rehabilitasi yang berjalan lambat atau setengah hati.
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian dijadwalkan melakukan inspeksi di sepanjang Pantai Utara Aceh pada Rabu (21/01/2026) untuk memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana dilakukan secara serius dan berada dalam koridor percepatan.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Merusak 225 Destinasi Wisata di Aceh
Inspeksi ini dilakukan setelah diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR di Aceh Safrizal ZA dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (20/01/2026), menyampaikan bahwa Kasatgas PRR akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kabupaten dan kota terdampak di pesisir utara Aceh.
Katanya, "Besok Kasatgas PRR didampingi Kasum TNI dan Kepala BNPB selaku Wakasatgas tiba di Aceh dan untuk beberapa hari ke depan akan melakukan inspeksi secara langsung."
Baca Juga:
Pelaku Utama Penyelundupan 122 Kg Sabu di Bakauheni Diburu Polisi
Safrizal menjelaskan wilayah yang menjadi fokus inspeksi meliputi Kabupaten Pidie Jaya hingga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak cukup parah akibat bencana.
Ujarnya, "Kunjungan lapangan Kasatgas PRR dilakukan guna memastikan upaya pemulihan dilakukan sungguh-sungguh dan dalam koridor percepatan."
Ia menambahkan inspeksi ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat serta memastikan keterpaduan gerak Satgas PRR yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.
Tito dijadwalkan langsung meninjau titik-titik krusial yang membutuhkan percepatan guna menormalisasi kehidupan masyarakat pascabencana dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, keagamaan, ekonomi, hingga infrastruktur.
Di Kabupaten Pidie Jaya, lokasi yang akan dikunjungi antara lain SMAN 2 Meurdu di Gampong Menasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang masih tertimbun lumpur hingga mencapai atap bangunan dan aktivitas belajar mengajar dilakukan di dua tenda darurat.
Masih di Pidie Jaya, Tito juga akan meninjau area persawahan tertimbun lumpur di Gampong Beuringen dengan luas sekitar 32,9 hektare yang berstatus rusak berat dan ketebalan lumpur mencapai kurang lebih dua meter.
Di Kabupaten Bireuen, sasaran inspeksi meliputi permukiman warga di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, dengan kondisi banyak rumah hancur, timbunan lumpur masih tebal, serta jalanan tergenang air dan lumpur.
Selain itu, SDN 5 Kubu juga akan ditinjau karena hingga kini masih terendam air dan lumpur, termasuk akses jalan menuju sekolah.
Di Kabupaten Aceh Utara, Dusun Tanah Merah menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan kondisi rumah warga masih tertimbun lumpur dan tanah serta jalanan yang belum surut dari genangan.
Lokasi lainnya di Aceh Utara yakni Dusun Bidari dengan kondisi rumah hancur, kayu berserakan, timbunan lumpur dan tanah yang masif, serta jalanan masih tergenang.
Dusun Seulemak juga menjadi perhatian dengan kondisi bongkahan kayu masih banyak, timbunan tanah tinggi, serta akses jalan yang masih digenangi air dan lumpur.
Di Kabupaten Aceh Timur, Tito dijadwalkan meninjau Masjid Jabal Nur yang dilaporkan hilang tersapu banjir serta SDN Sarahgala yang hingga kini masih terisolir dan hanya dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.
Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, titik inspeksi meliputi Dusun Damai Batang Arah dan Dusun Sunting Gampong Tanjung yang hingga kini masih mengalami ketimpangan distribusi logistik bantuan.
Ujarnya, "Sebagai wilayah paling terdampak, maka penanganan di Aceh berkejaran dengan waktu yang semakin sempit menjelang bulan Ramadhan dan nanti Lebaran, setelah dari pesisir utara Aceh, Kasatgas PRR juga akan langsung turun lapangan ke Sumut dan Sumbar."
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]