WAHANANEWS.CO, Jakarta - Target ambisius ditegaskan TNI Angkatan Laut soal kedatangan kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, yang diharapkan sudah bersandar di Tanah Air sebelum peringatan HUT TNI 5 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat memberikan keterangan pers di Markas Pus Pom AL, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2026).
Baca Juga:
Evakuasi KMP Tunu Jaya, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung
"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali.
Ia menjelaskan, hingga kini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan proses negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, sebagai pihak yang memproduksi kapal tersebut.
Selain itu, proses negosiasi juga masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia sebagai pihak yang sebelumnya mengoperasikan kapal induk itu.
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
Namun, Ali tidak merinci secara detail tahapan negosiasi yang tengah berjalan tersebut.
Sebelumnya, TNI AL memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan difokuskan untuk mendukung misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
"Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dihubungi di Jakarta.
OMSP merupakan operasi kemanusiaan yang dijalankan TNI dalam berbagai situasi darurat, seperti membantu proses evakuasi korban bencana alam maupun kecelakaan berskala besar.
Tak hanya itu, pengiriman prajurit dalam misi perdamaian ke wilayah konflik juga termasuk dalam kategori OMSP.
Menurut Tunggul, kapal induk tersebut dinilai sangat mendukung pelaksanaan OMSP karena memiliki kapasitas angkut logistik yang besar, daya jelajah tinggi, serta dilengkapi fasilitas yang memadai.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kapal tersebut juga akan digunakan untuk kepentingan operasi tempur bila dibutuhkan.
Saat ini, proses akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia itu masih diupayakan oleh TNI AL, meski detail mekanismenya belum dipaparkan ke publik.
Tidak dijelaskan pula berapa anggaran yang harus disiapkan Kementerian Pertahanan untuk membawa kapal induk tersebut ke Indonesia.
Sebagai informasi, Giuseppe Garibaldi memiliki kesamaan dengan dua kapal perang terbaru TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama diproduksi oleh perusahaan Italia Fincantieri.
Kapal induk sepanjang 180,2 meter ini dibekali mesin penggerak bertenaga tinggi yang mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Selain dirancang untuk mengangkut pesawat tempur, kapal ini juga dilengkapi sistem radar jamming serta persenjataan seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, Oto Melara kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, dan Otomat Mk 2 SSM.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]