WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai menjadi sinyal kuat konsolidasi politik nasional yang kian solid.
Pengajar Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Achmad Baidowi atau Awiek menilai momen tersebut membawa dampak positif bagi stabilitas pemerintahan.
Baca Juga:
TNI Tegas: Prajurit Pelanggar Hukum Akan Ditindak Tanpa Toleransi
Ia menyebut pertemuan itu sekaligus menjadi pengganti ketidakhadiran Megawati dalam agenda pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dengan para mantan Presiden dan Wakil Presiden.
"Kehadiran Megawati tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa PDIP akan menjadi 'gangguan' terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran setelah sebelumnya muncul kritikan PDIP terhadap program MBG bahkan melarang kader PDIP ikut dalam program tersebut," ujar Awiek dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, pertemuan kedua tokoh nasional itu turut memperkuat stabilitas pemerintahan di tengah dinamika global, termasuk isu konflik Timur Tengah dan posisi Indonesia dalam Board of Peace.
Baca Juga:
DPR Ingatkan, Anggaran Pendidikan Tak Boleh Dipangkas Demi Efisiensi
Ia menilai stabilitas politik menjadi faktor penting yang akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan agenda pembangunan nasional secara optimal.
"Lebih dari itu juga menegaskan bahwa hanya dengan persatuan maka pembangunan akan tercapai. Perbedaan sikap politik sudah selesai ketika pemilu, selebihnya setelah pemerintahan berjalan maka sekat-sekat politik itu harus dipupus," kata Awiek.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (19/3/2026).