Tetapi, pada
survei terakhir, elektabilitasnya merosot hingga 23,1 persen.
Sementara itu, Partai
Demokrat sebelumnya turun, dari 3,8 persen (Juni 2020) menjadi
3,2 persen (Oktober 2020).
Baca Juga:
Golkar dan Demokrat Serahkan Isu Reshuffle Kabinet Sepenuhnya ke Presiden Prabowo
Pada survei terakhir, elektabilitasnya
meroket menjadi 8,2 persen, membuat posisi Demokrat berada di empat besar.
"Pengungkapan kasus korupsi bantuan
sosial penanganan Covid-19 yang melibatkan menteri dan sejumlah politisi asal
PDIP membuat citra parpol penguasa ini melorot tajam," kata Andreas.
Parpol-parpol oposisi, khususnya
Demokrat, cukup berhasil memanfaatkan kemerosotan dukungan terhadap PDIP.
Baca Juga:
Usai Jenguk SBY di RSPAD, Demokrat Ucapkan Terima Kasih ke Wapres Gibran
"Naiknya isu kudeta terhadap
kepemimpinan Demokrat bisa jadi upaya untuk terus mendulang elektabilitas,"
kata Andreas.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) naik, dari 5,5 persen (Juni 2020) menjadi 6,1 persen (Oktober 2020), dan terakhir 7,7 persen.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
naik, dari 4,2 persen (Juni 2020) menjadi 4,6 persen (Oktober 2020), dan terakhir 4,8 persen.