WAHANANEWS.CO, Jakarta - Respons cepat dilakukan TNI Angkatan Udara dengan mengerahkan helikopter tempur angkut dan pesawat intai untuk menembus medan terjal demi mempercepat evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal serta pesawat Boeing guna membantu proses evakuasi korban dan puing pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan tersebut.
Baca Juga:
Fokker F-28 Milik Presiden ke-2 RI Jadi Ikon Baru Museum TNI AU
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di Jakarta, Selasa (20/01/2026), mengatakan pengerahan alutsista itu ditujukan untuk memperkuat kerja tim pencarian dan pertolongan di lapangan.
Katanya, "Upaya ini dilakukan guna membantu tim search and rescue dalam proses evakuasi."
I Nyoman menjelaskan helikopter H225M Caracal digunakan untuk mengangkut prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat bersama personel Basarnas menuju titik terdekat lokasi jatuhnya pesawat.
Baca Juga:
Bukan Film Perang, F-16 TNI AU Mendarat di Jalan Tol Trans Sumatera
Helikopter tersebut diterjunkan pada Senin (19/01/2026) untuk menurunkan pasukan di area yang memungkinkan dijangkau dari udara.
Dari titik penurunan itu, personel Korpasgat dan Basarnas direncanakan bergerak langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat di lereng gunung.
Ujarnya, "Tim disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi korban sekaligus mendorong distribusi logistik bagi tim SAR gabungan."