WAHANANEWS.CO, Jakarta - Respons cepat dilakukan TNI Angkatan Udara dengan mengerahkan helikopter tempur angkut dan pesawat intai untuk menembus medan terjal demi mempercepat evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal serta pesawat Boeing guna membantu proses evakuasi korban dan puing pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan tersebut.
Baca Juga:
Titik Jatuh ATR 42-500 Diketahui, TNI AU Turunkan Korpasgat dengan Caracal
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di Jakarta, Selasa (20/01/2026), mengatakan pengerahan alutsista itu ditujukan untuk memperkuat kerja tim pencarian dan pertolongan di lapangan.
Katanya, "Upaya ini dilakukan guna membantu tim search and rescue dalam proses evakuasi."
I Nyoman menjelaskan helikopter H225M Caracal digunakan untuk mengangkut prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat bersama personel Basarnas menuju titik terdekat lokasi jatuhnya pesawat.
Baca Juga:
PLN Bangun 2 SPPG Bersama TNI AU Lewat Dana CSR, ALPERKLINAS: BUMN dan Swasta Bisa Meniru
Helikopter tersebut diterjunkan pada Senin (19/01/2026) untuk menurunkan pasukan di area yang memungkinkan dijangkau dari udara.
Dari titik penurunan itu, personel Korpasgat dan Basarnas direncanakan bergerak langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat di lereng gunung.
Ujarnya, "Tim disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi korban sekaligus mendorong distribusi logistik bagi tim SAR gabungan."
Selain helikopter, TNI AU juga mengerahkan pesawat Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 untuk mendukung operasi pencarian dari udara.
Katanya, "Pesawat tersebut melaksanakan misi pengawasan udara untuk membantu pemetaan area jatuhnya pesawat, memantau perkembangan kondisi lapangan, serta menentukan zona prioritas evakuasi di kawasan pegunungan."
Hingga saat ini, proses evakuasi oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung di lokasi kejadian.
Dengan dukungan udara dari TNI AU, I Nyoman berharap seluruh tahapan evakuasi dapat berjalan lebih maksimal dan efektif.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]