WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana duka menyelimuti Beirut saat dunia memberi penghormatan terakhir kepada tiga prajurit terbaik Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian, Kamis (2/4/2025).
United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) menggelar upacara penghormatan di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, sebagai bentuk penghormatan atas kehidupan dan pengabdian Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadon sebelum jenazah diberangkatkan ke Indonesia.
Baca Juga:
TNI Kembali Gugur di Lebanon, HNW Minta PBB Tindak Tegas Israel
Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan Unifil Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigadir Jenderal Firas Tarchichi mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komarm, serta perwakilan kontingen Indonesia di Unifil.
Ketiga personel TNI itu gugur dalam dua insiden berbeda pada 29 dan 30 Maret 2026 saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon selatan dengan penuh keberanian.
"Sebagai pengakuan atas pengabdian mereka yang berdedikasi kepada misi Unifil di Lebanon selatan," demikian keterangan resmi Unifil.
Baca Juga:
Enam Pasukan Perdamaian PBB Gugur di Lebanon, TNI dan Prancis Jadi Korban
Ketiganya dianugerahi medali kehormatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Angkatan Bersenjata Lebanon secara anumerta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
"Mereka datang ke sini jauh dari rumah, dengan satu tujuan-untuk melayani perdamaian," kata Mayor Jenderal Abagnara.
Ia menegaskan ketiganya menjalankan tugas dengan penuh keberanian, kehormatan, dan pengabdian hingga akhir hayat.