Amerika Serikat memiliki sejumlah kawasan dengan aktivitas seismik tinggi, terutama Alaska dan California.
California dikenal dengan sistem Patahan San Andreas, sedangkan Alaska merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas gempa paling tinggi di Amerika Serikat.
Baca Juga:
Gempa Guncang Venezuela: 920 Tewas, Puluhan Ribu Orang Hilang
Ancaman gempa di Amerika Serikat tidak hanya berasal dari satu patahan karena negara tersebut memiliki bentang geologi luas dengan karakter seismik yang berbeda-beda.
Sistem Patahan San Andreas menjadi salah satu sumber ancaman utama di wilayah barat, sementara kawasan lain juga memiliki sumber gempa yang dapat menimbulkan dampak serius.
Jumlah penduduk yang besar dan keberadaan kawasan metropolitan padat membuat gempa kuat berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta korban dalam jumlah besar apabila terjadi dekat pusat permukiman.
Baca Juga:
Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 7,8 Tewaskan 19 Orang Ratusan Luka-luka
Peru: Gempa dari Cincin Api Pasifik
Peru berada di sepanjang Cincin Api Pasifik dan memiliki aktivitas gempa tinggi akibat proses subduksi lempeng di kawasan pantai barat Amerika Selatan.
Sebagian aktivitas seismik yang terjadi berupa gempa kecil, tetapi kondisi tektoniknya memungkinkan terjadinya gempa berkekuatan besar.