Selain itu, Pak Siman juga menciptkan berbagai lagu rohani seperti Firman-Mu itu Pelita, Saudaraku Berpulang Dulu, Tuhan Engkau Mengenalku, dan Ya Allah Kasihani Aku.
Dan sebagai anak Batak, Pak Siman juga menciptakan lagu berbahasa Batak yaitu Sipahutar Nauli Jala Tungil.
Baca Juga:
100 Tahun Sitor Situmorang: Napak Tilas Sang Penyair Melalui Panggung Opera Batak
Berkat kontribusinya untuk negara dalam bidang pendidikan, dia juga mendapat penghargaan berupa Doctor Honoris Causa dari St John University atas pengabdian di bidang Pendidikan selama lebih dari 60 tahun pada tanggal 10 Februari 2001.
2. Amir Pasaribu
Baca Juga:
Mengapa Suku Batak Menjadi Pencetak Sarjana Terbanyak?
Amir Hamzah Pasaribu yang sering disapa Amir Pasaribu lahir di Siborong, borong, Laguboti, Balige (21 Mei 1915), adalah seorang musisi Indonesia yang berasal dari Batak Toba.
Awal Amir menyukai musik dari Bapaknya yang senang bermain musik dengan memainkan sebuah orgel pompa angin.
Amir alumni dari sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS) tahun 1921 di desa Narumonda, kemudian dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Raja Balige, dan Europrrsche Lagere School (ELS).