WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seekor anjing beagle bernama Scooter membuat pemiliknya panik dan harus dilarikan ke klinik hewan darurat di Australia setelah melahap satu kantong penuh permen kenyal seberat 1,1 kilogram.
Scooter yang baru berusia tiga tahun dibawa ke Animal Emergency Service Jindalee bersama seekor anjing lainnya bernama Jada setelah aksi makannya diketahui sang pemilik.
Baca Juga:
Populasinya Meledak dan Rugikan Negara, Australia Punya Cara Tak Biasa Atasi Ikan Mas
Animal Emergency Service Jindalee mengungkapkan Scooter telah menghabiskan seluruh isi kantong permen yang di Australia dikenal sebagai "jelly snakes".
Jumlah permen yang masuk ke perut Scooter mencapai sekitar 2,4 pon atau setara 1,1 kilogram.
Kondisi tersebut membuat pemiliknya panik dan segera membawa Scooter ke fasilitas kesehatan hewan untuk mendapatkan pertolongan.
Baca Juga:
Terdampak Konflik Global, Australia Gandeng Indonesia untuk Pasokan Urea
Manajer perawat hewan Kate Wesche mengatakan tim medis terlebih dahulu memastikan kandungan permen yang dimakan Scooter karena beberapa jenis pemanis dapat membahayakan anjing.
Pemeriksaan menunjukkan permen tersebut beruntung tidak mengandung xylitol, bahan pemanis yang diketahui dapat bersifat toksik bagi anjing.
Meskipun tidak menemukan xylitol, dokter hewan tetap memutuskan menginduksi muntah karena jumlah gula yang dikonsumsi Scooter sangat tinggi.
Prosedur tersebut akhirnya membuat Scooter memuntahkan sekitar 2,4 pon atau 1,1 kilogram permen yang sebelumnya memenuhi perutnya.
Jada yang merupakan saudara Scooter juga ikut dibawa ke klinik karena pemiliknya khawatir anjing tersebut turut menyantap permen dalam jumlah besar.
Tim medis kemudian menginduksi muntah pada Jada sebagai langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada permen dalam jumlah berbahaya yang masuk ke tubuhnya.
Namun, hasilnya sangat berbeda dengan Scooter karena Jada ternyata hanya memuntahkan satu buah permen.
Perbedaan tersebut membuat Scooter praktis menjadi pelaku utama di balik hilangnya satu kantong penuh jelly snakes milik sang pemilik.
"Scooter jelas tidak menyesali keputusannya," kata Wesche kepada 1News.
Setelah mendapatkan penanganan, kondisi kedua anjing tersebut dinyatakan sehat sehingga diperbolehkan pulang dari klinik.
Animal Emergency Service Jindalee kemudian membagikan kisah tersebut melalui media sosial dengan nada bercanda mengenai pengalaman Scooter.
"Scooter mengatakan pengalamannya 10/10 dan dia akan melakukannya lagi tanpa ragu," canda pihak klinik dalam unggahan media sosial, sebagaimana dikutip dari UPI, Minggu (2/8/2026).
Di balik cerita yang mengundang tawa tersebut, klinik mengingatkan pemilik hewan bahwa konsumsi makanan tertentu oleh anjing dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
"Xylitol bisa sangat beracun bagi anjing, menyebabkan kejang dan memengaruhi hati," jelas pihak klinik.
Dalam kasus Scooter dan Jada, kedua anjing tersebut beruntung karena merek permen yang mereka konsumsi tidak menggunakan xylitol.
Namun, tim medis mengingatkan kandungan gula alami dalam jumlah sangat besar tetap dapat menyebabkan masalah kesehatan pada sistem pencernaan anjing.
"Untungnya, merek yang dimakan anjing-anjing itu tidak mengandung xylitol, tetapi jumlah gula alami yang mereka konsumsi masih dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang parah," imbuh pihak klinik.
Kisah Scooter kemudian menarik perhatian pengguna media sosial dan memancing sejumlah pemilik anjing membagikan pengalaman serupa mengenai kebiasaan hewan peliharaan mereka menyantap makanan tanpa pengawasan.
Salah seorang pengguna mengaku pernah menghadapi kejadian serupa setelah anjing peliharaannya menghabiskan dua kantong permen Werther's Originals.
"Anjing saya melakukan ini dengan dua kantong Werther's Originals! Menelannya utuh!" tulis seorang pengguna media sosial.
Cerita lain datang dari pemilik anjing pitbull yang mengaku hewan peliharaannya pernah melahap satu wadah besar Twizzlers dengan berat sekitar 4 pon atau 1,8 kilogram.
"Anjing pitbull saya memakan satu wadah Twizzlers seberat 4 pon lalu memuntahkannya dari satu sisi rumah ke sisi lain di karpet putih saya," bunyi komentar pengguna lainnya.
Pengguna lain bahkan membagikan pengalaman ketika anjing pemburunya memakan puluhan roti gulung mentah yang sedang dibiarkan mengembang di atas meja dapur.
Pemilik tersebut baru menyadari ulah anjingnya setelah kembali dan melihat bagian perut hewan peliharaannya membesar secara tidak biasa.
"Saya punya anjing pemburu yang memutuskan untuk memakan 36 roti gulung mentah yang sedang mengembang di meja dapur saya saat saya pergi," tulis pengguna tersebut.
Ia menggambarkan kondisi perut anjingnya setelah menghabiskan puluhan adonan roti tersebut dengan perumpamaan yang mengundang perhatian warganet.
"Dia tampak seperti menelan bola basket ketika saya menemukannya," lanjutnya.
Kasus Scooter akhirnya berakhir tanpa komplikasi serius, tetapi pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi pemilik hewan peliharaan untuk menyimpan makanan dan permen di tempat yang tidak dapat dijangkau anjing.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]