WAHANANEWS.CO, Jakarta - Krisis bahan bakar melanda Australia setelah ratusan SPBU dilaporkan kehabisan stok, memaksa pemerintah setempat bergerak cepat menggandeng Singapura demi menjaga pasokan energi tetap mengalir.
Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah utama seperti Victoria, Queensland, dan New South Wales yang mengalami kekosongan BBM dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Siap Kerja di Australia? Ini Sektor dengan Peluang Terbesar
“Langkah pembatasan BBM belum menjadi opsi dalam waktu dekat,” kata Menteri Energi Australia Chris Bowen di parlemen, Senin (23/3/2026).
Di Victoria, tercatat sebanyak 109 SPBU kehabisan setidaknya satu jenis bensin, sementara di Queensland terdapat 47 SPBU yang kehabisan solar dan 32 lainnya tidak memiliki bensin reguler.
Adapun di New South Wales, sebanyak 37 SPBU dilaporkan mengalami kehabisan bensin di tengah meningkatnya tekanan pasokan energi.
Baca Juga:
Viral di Medsos, Langit Merah di Australia Barat Ternyata Efek Debu Siklon
Krisis ini dipicu terganggunya distribusi minyak setelah enam pengiriman bahan bakar ke Australia dilaporkan gagal tiba, meskipun pemerintah belum merinci waktu pasti gangguan tersebut terjadi.
“Langkah awal adalah menahan konsumsi publik, kampanye penghematan, dan meminta masyarakat mengurangi penggunaan BBM, baru setelah itu opsi lain dipertimbangkan, saya tegaskan kita masih jauh dari tahap itu,” ujar Bowen.
Sebagai langkah strategis, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjalin kerja sama dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong guna memastikan distribusi energi tetap stabil.