WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di saat banyak negara memandang ikan mas sebagai bahan pangan bernilai tinggi, Australia justru sedang berpacu mengendalikan ledakan populasi spesies tersebut yang dianggap merusak ekosistem perairan dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga jutaan dolar setiap tahun.
Fenomena itu mendorong sejumlah pihak mencari solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, salah satunya dengan mengubah ikan mas menjadi komoditas konsumsi.
Baca Juga:
Ini Kesalahan yang Membuat 99,9 Persen Orang Kehilangan Masa Depan Menurut Jack Ma
"Ini protein kelas satu dan rasanya fantastis," kata pengelola restoran Coorong Wild Seafood di Adelaide, Tracy Hill.
Dalam pandangannya, pemancing rekreasi dapat mengambil peran penting dalam membantu mengurangi populasi ikan mas yang terus berkembang di berbagai wilayah perairan Australia.
Menurut Hill, spesies bernama ilmiah Cyprinus carpio tersebut selama ini belum menjadi makanan yang umum dikonsumsi masyarakat Australia meskipun di sejumlah negara, termasuk Indonesia, ikan mas merupakan salah satu sumber protein yang populer.
Baca Juga:
Setelah Dicopot Prabowo, Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Jadi Sorotan, Ini Isi Garasinya
Keberadaan ikan mas sendiri telah lama menjadi perhatian otoritas lingkungan karena dikategorikan sebagai salah satu spesies invasif paling merusak di Australia.
"Mereka dikenal sebagai hama karena kebiasaan makannya di dasar perairan yang merusak, mengaduk-aduk sedimen dan mengeruhkan air," ungkap juru bicara Department of Primary Industries and Regional Development New South Wales.
Aktivitas ikan tersebut dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem karena menyebabkan kualitas air menurun dan memengaruhi habitat spesies asli yang hidup di perairan setempat.