Raut wajah datar yang ditunjukkan mahasiswa saat mengikuti perkuliahan sering disalahartikan sebagai kurang antusias atau tidak bersahabat.
Padahal, di balik kebiasaan tersebut terdapat pemahaman budaya yang berbeda.
Baca Juga:
Tak Lagi Sekadar Murah, Konsumen Cari Furniture Berkualitas dan Awet
Sebagian mahasiswa Jerman justru memandang ekspresi serius saat kuliah sebagai bentuk penghormatan kepada dosen yang sedang mengajar.
"Kurang senyum merupakan tanda penghormatan kepada dosen mereka," demikian pandangan yang berkembang di kalangan sebagian mahasiswa Jerman.
Selain Rusia dan Jerman, Norwegia juga kerap disebut sebagai negara dengan masyarakat yang tidak mudah tersenyum kepada orang asing.
Baca Juga:
SPI Desak RUU HPI Segera Disahkan, Saatnya Indonesia Tinggalkan Warisan Hukum Kolonial
Berdasarkan riset dalam jurnal Typically Norwegian to be impolite.' Impoliteness according to whom?, masyarakat Norwegia dikenal cukup hemat dalam berkomunikasi, termasuk dalam menunjukkan ekspresi senyum.
Kebiasaan tersebut sering menimbulkan kesan kurang ramah bagi para wisatawan yang baru pertama kali datang ke negara tersebut.
Dalam jurnal tersebut diceritakan pengalaman seorang wisatawan asal Jepang yang merasa tidak nyaman saat berinteraksi di sejumlah tempat pelayanan publik di Norwegia.