WahanaNews.co | Tangan Suparno (69) mengaduk-ngaduk
aliran Sungai Ciliwung pada Jumat (12/3/2021) sore. Ia mengambil sejumput barang dari
dasar Sungai Ciliwung.
Di
depannya, ada pelampung dengan karung penuh sampah dan rongsokan di
atasnya.
Baca Juga:
Bendung Katulampa Naik Status, Pemprov DKI Buka Jalur Air untuk Kurangi Debit Ciliwung
Suparno
sudah melabuhkan pelampung berbentuk seperti perahu yang terbuat dari styrofoam bekas pembungkus kulkas. Ukurannya sekitar satu meter dikali
setengah meter.
Dengan
pelampungnya itu, ia setiap hari mengais rejeki
dari Sungai Ciliwung yang keruh.
"Setiap
pagi mulai jam 8 pagi naik bajaj (ke Cawang)," ujar pria yang sehari-hari
dipanggil dengan sebutan Pak Kentir oleh warga sekitar Jalan Manggarai Selatan
itu.
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Ciliwung Ditargetkan Menteri PU Selesai Pada 2026
Pak
Kentir sudah bergantung kepada sungai sejak tahun 1989. Biasanya ia mencari
sampah dan rongsokan di Sungai Ciliwung.
Bahkan,
ia pernah berenang di Sungai Ciliwung dari Cawang, Kalibata, dan Pasar Minggu.
"Pernah
di Pulo Gadung, Kali Sunter. Pernah juga cari di Mampang Prapatan, Pondok Karya
di Komplek Polri," ujar Pak Kentir.