Tahun 1949 hingga 1950, Silaban ke
Belanda, mengikuti kuliah tahun terakhir di Academie voor Bouwkunst atau akademi seni dan bangunan.
Pada saat inilah, Silaban mendalami
arsitektur Negeri Kincir Angin itu dengan melihat dan "menyentuhnya"
secara langsung.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahim yang Menghubungkan Masjid Istiqlal-Katedral Jakarta
Tidak hanya Belanda, setidaknya 30
kota besar di penjuru dunia telah dikunjungi Silaban.
Tujuannya satu, mempelajari arsitektur
di negara-negara tersebut.
Perjalanannya ke penjuru dunia, terutama
setelah kunjungannya ke India, menyiratkan satu hal bahwa jiwa sebuah bangsalah
yang mendefinisikan arsitektur bangsa tersebut.
Baca Juga:
Pesan Dialog dan Perjumpaan dari Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar
Perjalanan Silaban itu memengaruhi
keinginannya dalam "manifestasi identitas asli Indonesia; negara yang
bebas dan progresif" melalui karya-karyanya di Tanah Air.
Tutup Usia