Mereka berpendapat bahwa pernikahan harus didasarkan pada perasaan cinta dan emosi, bukan hanya pada kesamaan pandangan dan tujuan hidup.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren friendship marriage telah menarik perhatian masyarakat Jepang dan internasional.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
Pasangan yang menikah dengan cara ini biasanya memiliki hubungan yang lebih stabil dan lebih lama, karena mereka tidak terikat oleh perasaan cinta yang dapat berubah-ubah.
Namun, tren ini juga memiliki beberapa kritik. Beberapa orang berpendapat bahwa pernikahan tanpa cinta tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan psikologis manusia.
Mereka berpendapat bahwa pernikahan harus didasarkan pada perasaan cinta dan emosi, bukan hanya pada kesamaan pandangan dan tujuan hidup.
Baca Juga:
Liburan ke Bali Makin Mudah, Kolaborasi Indonesia-Jepang Genjot Wisatawan
Dalam beberapa tahun terakhir, tren friendship marriage telah menarik perhatian masyarakat Jepang dan internasional.
Pasangan yang menikah dengan cara ini biasanya memiliki hubungan yang lebih stabil dan lebih lama, karena mereka tidak terikat oleh perasaan cinta yang dapat berubah-ubah.
Namun, tren ini juga memiliki beberapa kritik. Beberapa orang berpendapat bahwa pernikahan tanpa cinta tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan psikologis manusia.