Padahal secara umum, mobil listrik harusnya dirancang sangat tahan air, menggunakan standar ketahanan atau rating IP. Terutama, pada peralatan listrik.
Karena itu, kegagalan sistem instan akibat tumpahan bisa menimbulkan tanda tanya, kecuali memang sudah ada masalah lain sebelumnya. Namun tanpa diagnosis atau dokumentasi resmi, mustahil mengetahui secara pasti apa yang memicu kerusakan ini.
Baca Juga:
Libur Nataru, PLN UP3 Nias Siapkan SPKLU untuk Layani Pengguna Mobil Listrik
Beberapa hari setelah menuliskan masalahnya di Reddit, ia memperbarui unggahan. Ia mengaku menerima email dari perwakilan asuransi yang mengonfirmasi perbaikan akan ditanggung sepenuhnya.
Pihak asuransi juga telah menegosiasikan biaya dengan Lucid, dan penilai menyampaikan bahwa pemilik perlu datang ke bengkel untuk membayar kekurangan, melansir Autoblog.
Tapi yang perlu dipahami, ini sebetulnya bukan kasus pertama.
Baca Juga:
Sambut Nataru, PLN dan Mitra Siapkan 4.514 SPKLU di 2.862 Titik serta 69.000 Personel di 3.392 Posko Nasional, ALPERKLINAS: Mobil Listrik Aman Dibawa Mudik
Sebelumnya, seorang pemilik Hyundai Ioniq 5 viral karena masalah serupa yang biaya perbaikannya mencapai U$12 ribu. Perusahaan asuransi pada akhirnya ikut menanggung setelah mendapat perhatian publik.
Seiring meningkatnya adopsi mobil listrik, cerita seperti ini mungkin bakal menjadi lebih umum. Bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena masalah baru hanya akan muncul dalam penggunaan di dunia nyata, maupun insiden yang tak terduga.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.