WAHANANEWS.CO - Harga tiket final Piala Dunia 2026 bikin geger pecinta sepak bola dunia setelah FIFA menaikkan harga kursi termahal hingga menembus Rp573 juta atau naik hampir tiga kali lipat dari harga awal.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga:
Fantastis! Jasa Joki UTBK di Surabaya Dipatok Hingga Ratusan Juta Rupiah
Sebanyak 78 pertandingan akan berlangsung di Amerika Serikat, sementara sisanya dimainkan di Kanada dan Meksiko.
Berdasarkan laporan ESPN, FIFA awalnya menetapkan harga tiket tertinggi final Piala Dunia 2026 sebesar 10.990 dolar AS atau sekitar Rp191 juta untuk laga puncak yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026).
Namun kini harga tiket kategori tertinggi tersebut melonjak menjadi 32.970 dolar AS atau sekitar Rp573 juta.
Baca Juga:
Aksi Brutal Pemobil Lempar Stik Pembatas ke Pegawai SPBU di Cileungsi Viral
Tak hanya laga final, harga tiket semifinal juga dipatok sangat tinggi.
Untuk semifinal hari pertama, harga tiket dibanderol mulai Rp40 juta hingga Rp193 juta.
Sedangkan semifinal hari berikutnya dijual dengan harga antara Rp47 juta sampai Rp184 juta.
Sementara itu, tiket pertandingan pembuka fase grup antara Amerika Serikat melawan Paraguay dijual mulai Rp19 juta hingga Rp47,5 juta.
Kenaikan harga tiket tersebut memicu sorotan tajam dari anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Nellie Pou dan Frank Pallone Jr..
Keduanya mengirim surat kepada Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat untuk meminta penjelasan terkait sistem harga dinamis yang dinilai tidak transparan.
"Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa FIFA menggunakan sistem harga yang tidak transparan, aturan yang berubah-ubah, dan praktik yang berpotensi menyesatkan sehingga suporter kesulitan mendapatkan kursi," bunyi surat tersebut.
"Kami meminta penjelasan lebih lanjut tentang praktik penjualan tiket ini, termasuk bagaimana FIFA memastikan Piala Dunia tetap terjangkau untuk semua suporter dan bagaimana mereka merespons penggemar yang merasa dirugikan," lanjut isi surat itu.
Menanggapi kritik tersebut, Infantino menyebut harga tiket mengikuti kondisi pasar hiburan di Amerika Serikat.
"Kami harus melihat kondisi pasar. Kami berada di pasar hiburan paling berkembang di dunia, jadi kami harus menerapkan harga sesuai pasar," ujar Infantino.
Ia juga menyinggung sistem penjualan ulang tiket atau resale yang legal di Amerika Serikat sehingga harga tiket dapat berubah tergantung permintaan pasar.
"Di AS, penjualan ulang tiket juga diperbolehkan. Jika kami menjual tiket terlalu murah, tiket itu akan dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi," ujar Infantino.
"Faktanya, meski ada yang mengatakan harga tiket FIFA mahal, tiket tersebut tetap dijual ulang dengan harga lebih tinggi lagi, bahkan lebih dari dua kali lipat harga resmi kami," tambahnya.
Infantino kemudian membandingkan harga tiket Piala Dunia dengan tiket pertandingan olahraga lain di Amerika Serikat, termasuk laga sepak bola level universitas.
"Anda tidak bisa menonton pertandingan kampus di AS, apalagi pertandingan profesional level tertinggi, dengan harga di bawah 300 dolar AS," ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]