200 Keluarga Silver Melibatkan Anak
Baca Juga:
Diklaim Lebih Ramah untuk Bumi, Kompos Jasad Manusia Jadi Tren Sah di 12 Negara
Sementara itu, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menuturkan 200 keluarga manusia silver melibatkan balita dan bayi.
"Bermunculannya manusia silver disebabkan merebaknya Pandemi Covid-19," tuturnya.
Dimana awalnya mereka berprofesi sebagai pemulung, sopir angkot dan pedagang kaki lima terpaksa berpindah profesi sebagai keluarga Manusia Silver.
Baca Juga:
AI Tak Bisa Gantikan Semua, Inilah 10 Pekerjaan yang Tetap Butuh Sentuhan Manusia
Masalah sosial Kesejahteraan baru ini harus dicari solusi melalui pendekatan kemanusiaan dan akar masalah yang menjadi penyebabnya.
Kemudian dengan maraknya masalah kesejahteraan sosial barubdan demi kepentingan terbaik anak ini, Pemerintah wajib mengalokasikan dan diakonia sosial (pelayanan sosial kemanusiaan) yang cukup memadai.
"Kemudian dengan munculnya fenomena ini pemerintah wajib mengalokasikan dan diakonia sosial (pelayanan sosial kemanusiaan ) yang cukup memadai."