WahanaNews.co | Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut, bencana geohidrometeorologi
di Indonesia meningkat signifikan setiap tahunnya.
Cuaca pun saat ini banyak dipengaruhi
perubahan iklim dan multibencana terjadi di waktu yang bersamaan.
Baca Juga:
Siklon Errol Muncul dari Laut, Cuaca Ekstrem Mengintai NTT hingga 19 April
Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara
Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (29/7/2021).
Jokowi mengingatkan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi tersebut.
"Negara kita, Indonesia ini, memiliki risiko bencana geohidrometeorologi yang tinggi. Jumlah
kejadian bencana geohidrometeorologi meningkat signifikan setiap
tahunnya," ujarnya.
Baca Juga:
BMKG: Kemarau 2025 Diprediksi Singkat, Petani Bisa Untung tapi Juga Terancam
Apa itu geohidrometeorologi yang
disebut oleh Presiden Jokowi?
Bencana geohidrometeorologi atau
hidrometeorologi menjadi istilah yang mulai sering dibahas dalam isu lingkungan
beberapa tahun belakangan.
Dikutip dari National Geographic, pada dasarnya, bencana hidrometeorologi
merupakan bencana yang disebabkan oleh parameter-parameter meteorologi, seperti
suhu, tekanan, curah hujan, angin, kelembapan, dan yang lainnya.