Contoh bencana ini meliputi banjir,
kekeringan, badai, dan tanah longsor.
Baca Juga:
M 7,6 Guncang Laut Sulut, BMKG Peringatkan Gelombang Tsunami hingga 1.000 Km
Diperparah Ulah Manusia dan Perubahan Iklim
Meningkatnya bencana hidrometeorologi
juga diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia (antropogenik)
dan faktor perubahan iklim.
Khusus untuk banjir, longsor, dan
puting beliung, penyebab dominannya lebih ke antropogenik.
Baca Juga:
Siklon Narelle Makin Aktif, BMKG Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Indonesia
Eksploitasi lingkungan dan sumber daya
alam, perluasan lahan, serta perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan atau
sawah pertanian dan permukiman tanpa diikuti kaidah-kaidah konservasi tanah dan
air, menyebabkan bencana jadi lebih sering terjadi.
Tak hanya banjir dan longsor,
kepadatan penduduk juga menyebabkan perubahan tekanan udara sehingga berpeluang
terjadi angin puting beliung karena udara bergerak dari daerah bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Laporan dari Global Humanitarian Forum mengatakan, bencana hidrometeorologi akan
menjadi ancaman terbesar manusia pada tahun-tahun mendatang.