WahanaNews.co | Sejumlah arkeolog maritim di Jerman utara belum lama ini menemukan puing-puing kapal kargo berusia 400 tahun yang tenggelam. Menariknya, kapal itu masih dalam kondisi cukup baik, dan selamat dari pembusukan.
Penemuan langka ini berasal dari periode Hanseatic, ketika sekelompok serikat perdagangan Eropa utara mendominasi Laut Baltik dan Laut Utara dari abad ke-13 hingga ke-17, Live Science
Baca Juga:
Total Armada Capai 165 Kapal, TNI AL Diperkuat 5 KRI di 2024
Kayu dengan cepat membusuk di bawah air di wilayah Laut Baltik, dan beberapa bangkai kapal berusia ratusan tahun juga pernah ditemukan sebelumnya.
Kendati demikian, para arkeolog maritim berpendapat bahwa bangkai kapal yang terbaru itu istimewa. Sebab, kapal ini selamat dari terpaan gelombang akibat tertutup lapisan lumpur halus tebal yang terbawa dari Sungai Trave di Jerman.
Sisa-sisa kapal pertama kali ditemukan pada tahun 2020 saat petugas melakukan survei sonar rutin di Trave. Kapal terletak di kedalaman sekitar 11 meter di bentangan luar sungai yang didominasi air asin, antara Lübeck dan pelabuhan Travemünde.
Baca Juga:
Tragedi Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan: 7 Tewas, 1 WNI dalam Pencarian
"Kapal itu memiliki panjang antara 20 hingga 25 m dan mungkin merupakan sebuah galliot, yakni kapal kargo bertiang tunggal yang umum selama periode Hanseatic," kata Fritz Jürgens, arkeolog maritim utama pada proyek tersebut, seperti dikutip dari Live Science.
Pada saat itu, kota-kota dan serikat pekerja di Jerman utara dan di tempat lain di Eropa membentuk blok yang sukses, yaitu Hansa, yang mendominasi perdagangan di seluruh Baltik dan Laut Utara.
Lapisan lumpur sungai di atas bangkai kapal mungkin telah menyelamatkan kapal tersebut dari 'serangan' Teredo navyis, yaitu sejenis kerang air asin yang disebut "cacing kapal" yang dengan cepat memakan kayu yang terendam.