WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aksi nekat Pinkan Mambo turun ke jalan untuk mengamen demi penghasilan justru berujung penertiban petugas, meski ia mengaku bisa meraup puluhan juta rupiah dalam sekali tampil.
Fenomena ini mencuat setelah mantan personel Duo Ratu tersebut viral di media sosial karena melakukan siaran langsung sambil bernyanyi di pinggir jalan bersama suaminya, Arya Khan.
Baca Juga:
Mantan Karyawan Laporkan Ashanty, Istri Anang Siap Balas dengan 3 Pasal
"Aku ya pokoknya intinya jawabannya itu kenapa live di jalan karena aku udah bosan nyanyi di panggung," ungkap Pinkan, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa keputusan mengamen di ruang terbuka bukan sekadar mencari sensasi, melainkan upaya mendapatkan pemasukan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Kalau dibanding orang yang gajinya UMR pasti kitanya jauh dibanding itu," jelasnya.
Baca Juga:
Diduga Melakukan Penipuan Warga Surabaya Polisikan Lisa Mariana
Menurut Pinkan, pendapatan dari aktivitas tersebut bersifat fluktuatif, dengan nominal yang bisa sangat besar namun juga tidak menentu tergantung situasi.
"Intinya besar gajinya, tapi besarnya ini relatif ya, bisa kadang-kadang cuma Rp2 juta, Rp3 juta, bisa Rp10 juta, bisa Rp 20 30 40 juta, jadi kadang-kadang sepi kayak warung lah ya," kata Pinkan.
Ia mengibaratkan penghasilannya seperti usaha kecil yang naik turun, di mana ada kalanya mendapat saweran besar, namun tidak jarang hasilnya jauh dari harapan.
"Kadang-kadang sepi, kadang-kadang naik ya. Kadang kita sudah capek juga cuma 1 juta doang gitu. Itu juga pernah gitu loh. Jadi ya disyukuri aja gitu," ucapnya.
Aksi tersebut dilakukan dengan peralatan sederhana seperti speaker portabel dan kotak kardus sebagai wadah saweran dari masyarakat yang melintas di lokasi.
Namun, kegiatan tersebut tidak berlangsung lama karena petugas Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan penertiban di lokasi.
"Itu kalau di situ kan khusus untuk tukang dagang. Soalnya perbatasan itu memang area tukang dagang," ujar petugas Dishub, Anjaya.
Petugas menilai lokasi yang digunakan bukan diperuntukkan bagi aktivitas mengamen sehingga berpotensi mengganggu ketertiban dan fungsi ruang publik.
"Kalau bisa saya mau pindahin ke pos, kalau pas itu kan keamanan enggak jadi soal," terangnya.
Dishub menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas tetap menjadi prioritas utama, terutama di area jalan yang padat aktivitas kendaraan.
"Yang penting kita tetap standby di posisi jalan ini, untuk pengaturan lalu lintas," tegas Anjaya.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa aktivitas mengamen di ruang publik seharusnya dilengkapi dengan izin resmi, bukan sekadar persetujuan informal.
"Kalau soal (Pinkan Mambo) izin (ngamen di jalan), dia nggak pakai surat-surat, cuma izin aja anggota (Dishub)," pungkasnya.
Aksi Pinkan ini menambah daftar kontroversi setelah sebelumnya ia juga sempat menjadi sorotan publik karena berjualan donat dengan harga tidak biasa, sebelum akhirnya kembali menarik perhatian lewat aksi bermusik di jalanan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]