WAHANANEWS.CO - Kucing yang biasanya cuek tiba-tiba berubah jadi “perhatian” saat pemiliknya menangis bukan sekadar kebetulan, melainkan respons alami terhadap perubahan perilaku manusia yang mereka tangkap dengan sangat peka.
Banyak pemilik kucing domestik merasakan hewan peliharaannya mendekat, menjilat, bahkan seolah memeluk saat mereka sedih, karena kucing memang mampu membaca perubahan suara, ekspresi, dan kebiasaan sehari-hari manusia yang sudah lama hidup berdampingan dengan mereka.
Baca Juga:
Menjamurnya Gudang Penampungan BBM Solar Subsidi di Pinggiran Kota Jambi, Aktivis Jambi: Apakah Polresta Jambi Tidak Tahu ?
Mengutip Senior Cat Wellness, berikut sejumlah alasan kucing mendatangi kita saat menangis.
Kucing sangat sensitif terhadap perubahan suara dan ekspresi wajah, sehingga ketika seseorang menangis dengan nada suara dan mimik yang berbeda, mereka langsung menyadari ada sesuatu yang tidak biasa.
Penelitian dari Universitas Bari menunjukkan kucing memiliki representasi mental terhadap emosi manusia dan sesamanya, meski pada usia 5–9 tahun sensitivitas tersebut bisa menurun.
Baca Juga:
Banyak Pemilik Kucing Salah Paham, Ini 6 Arti Gerakan Ekor yang Jarang Disadari
Rasa penasaran juga menjadi faktor penting karena kucing dikenal memiliki tingkat keingintahuan tinggi, sehingga tangisan menjadi stimulus baru yang mendorong mereka mendekat dan menyelidiki.
Selain itu, perubahan rutinitas membuat kucing bereaksi karena mereka terbiasa dengan pola harian, sehingga ketika pemilik tiba-tiba diam, menangis, atau tidak responsif, mereka merasa ada gangguan pada kebiasaan tersebut.
Perilaku mendekat, menggosokkan tubuh, atau menjilat juga bisa menjadi bentuk ikatan antara kucing dan pemiliknya, meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami emosi seperti manusia.
Namun, tidak semua kucing bereaksi sama karena sebagian justru menunjukkan tanda stres seperti gelisah, menggigit, atau menjauh akibat suasana yang berubah.
Meski sering dianggap sebagai empati, sebenarnya kucing lebih merespons perubahan perilaku daripada memahami kesedihan itu sendiri, tetapi kedekatan yang mereka tunjukkan tetap menjadi bukti adanya hubungan emosional dengan manusia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]