WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lisa Mariana mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari seseorang yang mengaku sebagai perwakilan Ridwan Kamil.
Setelah isu dugaan perselingkuhannya dengan mantan Gubernur Jawa Barat itu mencuat ke publik, Lisa mengklaim ditawari sejumlah uang dengan syarat membersihkan nama baik Ridwan Kamil.
Baca Juga:
Lisa Mariana Bongkar Dugaan Baru, Kisruh Perselingkuhan Ridwan Kamil Memanas
Di tengah kontroversi tersebut, Lisa justru dituding hanya mencari keuntungan finansial dan sengaja menciptakan kegaduhan di media sosial. Tak sedikit netizen yang menuduhnya melakukan fitnah dengan mengaku memiliki anak dari Ridwan Kamil.
"Lisa, sudahi semua ini. Jika kamu ingin uang, bersihkan nama Pak RK. Tolong, kasihanilah dia," demikian bunyi pesan yang dibagikan Lisa Mariana melalui Instagram Story-nya pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Lisa menegaskan dirinya tidak berbohong dan membantah mencari keuntungan dari persoalan ini. Namun, pihak yang menghubunginya justru menawarkan uang dalam jumlah besar.
Baca Juga:
Golkar Siap Beri Bantuan Hukum ke Ridwan Kamil
Lisa mengungkapkan bahwa ia dijanjikan Rp500 juta jika bersedia membantu membersihkan nama Ridwan Kamil.
Selain itu, ia juga ditawarkan Rp2 miliar asalkan mau mengakui bahwa seluruh pernyataannya adalah kebohongan.
Bahkan, Lisa mengklaim diminta untuk menyatakan di media sosial bahwa seluruh permasalahan ini hanyalah halusinasi belaka.
"15 menit dari sekarang saya transfer 500 juta kalau kamu mau kerja sama untuk bersihkan nama bapak. Kita jangan umbar-umbar hal-hal sensitif lagi. Tolong bilang ke sosmed dan media kalau itu hanya halusinasi saja dan tidak benar. Setelah berita itu, bisa kita pastikan saya serahkan uang 2 miliar lagi ke Lisa," tulis seseorang yang identitasnya dirahasiakan.
Namun, Lisa menolak tawaran tersebut meskipun jumlah uang yang ditawarkan sangat besar.
Ia menegaskan bahwa niatnya bukan untuk memeras pihak Ridwan Kamil, melainkan hanya menuntut hak nafkah bagi anaknya, yang hingga kini masih diklaim sebagai buah hati sang mantan gubernur.
"Saya tidak memeras. Dari dulu bapak selalu berkata demikian, tetapi ada beberapa janji yang tidak ditepati. Tolong, saya hanya meminta hak anak saya," tegas Lisa Mariana.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]