Sementara itu, Aisyah dan Jessica menemukan inspirasi dari sisi yang berbeda. Bagi mereka, koleksi seni dan arsitektur Istana menjadi daya tarik tersendiri. Aisyah menambahkan bahwa keindahan bangunan Istana membuatnya semakin bangga sekaligus membuka wawasan baru.
“Aku sendiri kagum sama beberapa lukisan karena di situ banyak banget lukisan dari beberapa pelukis yang terkenal,” ujar Jessica.
Baca Juga:
PKB Dorong Pembatasan Kompetisi Politik, Pilkada Jadi Sorotan
“Aku juga sama saat aku lihat lukisan, terus corak-corak bangunannya itu bagus banget,” imbuh Aisyah.
Kunjungan ini juga meninggalkan kesan kuat tentang keterbukaan negara kepada generasi muda. Para pelajar merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk belajar langsung dari pusat pemerintahan. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan.
“Kalau aku ketemu sama Pak Presiden jujur aku mau mengucapkan banyak terima kasih karena sudah memberikan kita banyak kesempatan untuk mengunjungi Istana dan memberikan sambutan kepada tamu luar negeri,” ujar Azhari mewakili harapan mereka.
Baca Juga:
Bahlil Yakin Hakim MK Berlatar Politisi Tetap Independen dan Milik Negara
Dari sudut pandang pendidik, program ini dinilai memiliki nilai edukatif yang tinggi. Guru Pendidikan Pancasila SMP Negeri 39 Jakarta, Waskito Gunawan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mendekatkan siswa dengan praktik pemerintahan.
“Menurut saya Istura ini sangat bagus programnya karena mengenalkan kepada anak-anak murid utamanya bagaimana kondisi Istana secara fisiknya maupun program kerjanya. Sangat bagus menurut saya,” ungkapnya.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan negara. Dari ruang-ruang bersejarah itulah, lahir inspirasi dan cita-cita bahwa suatu hari nanti, mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelaku dalam perjalanan bangsa. Demikian dilansir dari laman setkabgoid, Sabtu (18/4/2026).