Artikel Reuters dan AFP, yang
dilansir pada 19 Agustus 2000, mengungkapkan, Putin sedang berlibur di Laut
Hitam saat kecelakaan kapal selam Rusia Kursk terjadi.
Ia baru angkat bicara dan minta bantuan
internasional setelah empat hari berita musibah itu terungkap.
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
"Seperti juga (peperangan) di Chechnya,
tragedi Kursk menunjukkan betapa nyawa manusia demikian tak bergunanya bagi militer
kita, juga politisi kita," komentar Valentina Melnikova, Ketua Komite
Ibu-ibu Tentara, seperti dikutip koran Perancis, Le Parisien, Selasa
(8/8/2000).
Misteri lain yang belum terungkap pasti adalah
jumlah korban.
Tragedi Kursk dilaporkan menewaskan 118 kru,
tetapi di media Rusia diungkap bahwa kapal selam itu mengangkut 130 orang.
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Jika angka 130 yang dipakai sebagai korban
tewas, maka jumlahnya melebihi kecelakaan kapal selam USS Thresher Amerika
Serikat pada April 1963, yang menewaskan 129 pelaut di Cape Cod. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.