Alhasil, 118 pelaut di kapal selam Kursk tewas.
Mayoritas meninggal saat kecelakaan, dan ada beberapa yang masih bertahan hidup
selama sekian hari.
Para pelaut yang masih sempat bertahan itu
menulis catatan harian dengan darah untuk orang-orang yang mereka cintai,
kemudian mati lemas.
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
"Ini adalah musibah terburuk Angkatan Laut
Rusia," tulis AFP.
Teka-teki Rudal
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Artikel Berliner Zeitung menyatakan,
laporan terinci memperlihatkan kapal jelajah menembakkan peluru kendali yang
dilengkapi dengan sistem pemburu baru.
Rudal itu menerobos air sekitar 20 km jauhnya
waktu ledakan bawah air dicatat di atas kapal perusak, kemudian disusul lagi
ledakan lain.
"Kedua ledakan itu seharusnya tampak dari
anjungan kapal perusak. Di atas kapal itu, para awak semula mengira ledakan
kedua itu bagian dari latihan," tulis suratkabar tersebut.