"Namun, komisi peneliti FSB menulis dalam
laporan, mereka menduga posisi Kursk dan rudal Granit sangat bertepatan pada
kedalaman 400 meter," lanjutnya.
Tidak diungkapkan alasan yang tepat mengapa
peluru kendali itu sampai menimpa Kursk.
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika
Serikat (AS), Ken Bacon, mengatakan, ledakan keras setara 1-5 ton peledak TNT
menimpa kapal selam Rusia Kursk di Laut Barents.
Hal itu menguatkan teori bahwa ledakan dari
luar menyebabkan torpedo Kursk meledak di bagian buritan kapal selam.
Ledakan kedua, yang terjadi satu menit 16 detik
setelah yang pertama, 45 sampai 50 kali lebih kuat.
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Putin Sedang Berlibur
Dalam kecelakaan kapal selam Rusia, Kursk,
Presiden Vladimir Putin sempat dituding sengaja mengorbankan kru dan tak segera
meminta bantuan intenasional, dengan dalih rahasia strategis.