WAHANANEWS.CO, Jakarta - Satu momen lengah nyaris merenggut nyawa, dan sebuah mobil terbalik di Tol Jagorawi menjadi saksi betapa berbahayanya microsleep di balik kemudi.
Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah mobil Honda City terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor, tepatnya di Km 24 wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca Juga:
Kecalakaan Mobil Pickup dan Sepeda Motor Sebabkan Satu Orang Meninggal Dunia di Subulussalam
Mobil berwarna hitam dengan nomor polisi B 2503 DVS itu dilaporkan hancur parah dan terbalik dengan posisi keempat roda menghadap ke atas setelah kehilangan kendali di lajur tol.
Belakangan diketahui, pengemudi kendaraan tersebut adalah artis sinetron sekaligus model, Diva Siregar, yang saat kejadian tengah melintas di jalur tersebut.
Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari dugaan kondisi microsleep yang dialami pengemudi sebelum kendaraan menghantam pembatas jalan.
Baca Juga:
Sepanjang Tahun 2025 Jasa Raharja Beri Santunan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun
“Pengemudi Honda City mengantuk (microsleep) sehingga kendaraan menabrak pembatas jalan dan terbalik dengan posisi keempat roda di atas,” ujar Ares Rahman.
Setelah kendaraan terbalik, mobil tersebut kemudian tertabrak sebuah truk boks yang datang dari arah belakang, sehingga memperparah kondisi kendaraan.
Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas dan tenaga kesehatan.
Pasca-insiden, Diva Siregar membagikan kondisi dirinya melalui unggahan Instagram Story pada Minggu (8/2/2026) yang menunjukkan situasi setelah kecelakaan.
“Mobilku terbalik hancur, Ya Allah, tetap bersyukur dikasih selamat sama Allah,” tulis Diva dalam unggahannya.
Diva Siregar langsung dilarikan ke Siloam Hospitals Bogor, Jawa Barat, untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis lanjutan.
Dalam unggahannya, Diva juga memperlihatkan dirinya berada di kursi roda serta menjalani prosedur CT Scan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah dokter menyebut tidak banyak pengemudi yang selamat dari kecelakaan dengan tingkat kerusakan kendaraan seperti yang dialaminya.
Hingga saat ini, Diva mengaku masih berada dalam kondisi syok dan belum siap memberikan keterangan lebih lanjut kepada media terkait kecelakaan tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya microsleep yang kerap menjadi ancaman serius bagi pengendara, terutama saat melaju di jalan tol dengan kondisi perjalanan panjang dan monoton.
Microsleep merupakan kondisi ketika pengemudi tertidur sangat singkat, hanya dalam hitungan detik, namun cukup untuk menyebabkan kendaraan kehilangan kendali sepenuhnya.
Training Director Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, menjelaskan bahwa microsleep umumnya dipicu oleh kelelahan serta pola berkendara yang monoton tanpa antisipasi yang memadai.
“Kebanyakan pengendara tidak berpikir panjang dan tidak melakukan antisipasi, padahal seharusnya pengemudi membangun kebiasaan untuk mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menghindari setiap potensi bahaya,” ujar Marcell.
Menurutnya, kondisi fisik dan mental pengemudi seharusnya dipersiapkan sejak sebelum perjalanan dimulai, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Kurang tidur dan memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah disebut dapat menurunkan kemampuan respons secara signifikan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Biasanya di tiga sampai empat jam pertama pengemudi mulai letih, kalau diteruskan masuk ke fase ngantuk berat, di titik inilah microsleep terjadi,” ujar Sony.
Ia menambahkan bahwa posisi duduk yang statis dalam waktu lama membuat otak kehilangan rangsangan sehingga tidak mampu merespons situasi darurat dengan cepat.
“Ada perbedaan antara mengantuk dan microsleep, saat mengantuk yang tidur mata, tapi saat microsleep yang tidur adalah otaknya,” ucap Sony.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]